Seperti siang itu, karena hanya
ada satu mata kuliah, aku pulang agak siang dari kampus. Aku langsung ke warung
untuk makan siang dan bermaksud memberi kode pada ibu kostku. Tetapi ia tidak
di sana.
“Ibu baru saja pulang, mungkin
untuk istirahat,”kata Yu Narsih, pembantunya yang ada menunggu warung melayani
pembeli.
Jarak antara warung dengan rumah
memang dekat tak lebih dari 50 meter. Maka setelah menyantap makan siangku, aku
langsung ngabur ke rumah. Dia tidak sedang tidur seperti yang kusangka. Ia
sedang melipati pakaian yang telah diambilnya dari jemuran duduk di ruang
tengah. Maka dasar sudah horny, kudekati ia dan kupeluk dari belakang.
“Kuliahnya bebas Tris,”katanya.
“Cuma satu mata kuliah kok,”jawabku.
Ia berkeringat, mungkin karena
kesibukannya melayani pembeli sejak pagi. Baunya khas, bau wanita dewasa.
Tetapi tidak mengurangi gairahku untuk memesrainya. Ia mulai menggelinjang
ketika tanganku menyelusup ke balik dasternya dan mencari gundukan buah
dadanya. Kuremas-remas susunya dan kupilin putingnya.
Aku jadi gemas karena ia tak
bereaksi. Tetapi melanjutkan pekerjaanya memberesi pakaian-pakaian yang telah
dicucinya. Maka sambil menciumi lehernya, tanganku terus merayap dan merayap
sampai kutemukan vaginanya yang masih tertutup CD. Baru ketika hendak kutarik
CD nya ia berontak.
“Kamu pengin Tris?,”
“Iya. Habis vaginanya enak sih,”kataku.