BIYAN - Dibayar Lebih Sama Bibi - Bagian 2

 

 

Setelah kejadian di kos ane , ga ada terjadi apa apa,.,bibi hanya sekali ke kota untuk tugas kerja ..

tapi beliau ga pernah ungkit waktu malam itu itu, begitupun ane..seperti biasa ane diajak makan, lalu di beri jajan dan kasih oleh oleh dari kampung dari nyokap..,

Sempat persaan ane kecewa sama bibi, soalnya seperti cinta bertepuk sebelah tangan hu .,.rasanya udah cinta, tapi ga pernah terulang lagii,.,dan ane tetap jalani hari seperti biasa kuliah dll.

Mungkin sekitar 7 bulan setelah bibi ga pernah lagi kekota, akhirnya libur semester pun tiba dan kebetulan barengan dengan libur natal dan tahun baru.,.

Emang rencana pengen pulang kampung, kebetulan nyokap juga beri kabar bahwa kakak sepupu anak dari kakak nyokap atau bude ane, bakalan nikah awal tahun ,., dan ane diminta untuk segera pulang waktu itu pertengahan desember,.

Kebetulan di tempat ane mungkin lebih ke tradisi keluarga, kalo ada dari keluarga yang nikah apalagi itu perempuan bakalan ada tradisi tersendiri 5 hari sebelum nikahan bakalan ada acara besar di rumah nenek ,yang mana acara tersebut dilakukan untuk kumpul semua keluarga dari kakek buyut dan nenek buyut.

Jadi ane pagi sehari sebelum acara ane sampai di rumah dikampung, ane bangun kesiangan ,seperti biasa ane selalu ditagih oleh2 ama adik.

Ane tanyain “ibu., kemana dik”

“ke rumah nenek kak..,.,ibu pesan kalo kakak udah bangun cepet2 kesana “

Siang nya Ane bergegas untuk mandi, saat mandi ane hanya piker untuk bertemu bibii hampir 7 bulan ga ketemu.

Dengan mobil bokap, ane segera melaju kerumah nenek.. saat ane turun dan semua orang udah nungguin ane soalnya ane sangat jarang pulang.,

Ya seperti biasa ane di Tanya sama orang2, saat duduk cerita sama keluarga yang lain, sempat ane lirik lirik kiri kanan untuk cari bibi., daaaaan bibi pun muncul lagu nyuapin anaknya yang makan,,., jantung ane pun jadi deg degan dengan segera segera ane menghampiri,.,

 

“halloo,,,adi” nama anak bibii adi

“eh kamu biyan kapan sampe nya.,.?” Tanya bibi pura2 ga tahu, padahal nyokap udah kasih tau ke orang2 bahwa ane udah sampe

“pagi tadi bii.,.” ane ambil tangannya dan cium salim seperti normal biasa

“ko ga pernah ke kota lagi bi.,” ane Tanya

“ga.,. biyan ,belum sibuk.,bibi pamit dulu ya.,., ” seperti bibi menjaga jarak dari ane dan segera bergegas meninggal kan ane, ada rasa sangat kecewa waktu itu.

Malam nya sekitar 9 malam nyokap panggil ane. Dan nyokap lagi sama bibi,

“biyan kamu antar bibi pulang, ada yang ketinggalan di rumah bibi dan bibi juga mau pulang sama adii”

“iyaa buk” dengan semangat ane menjawab, lalu bibi beritahu bahwa kunci rumah ada di paman dan ane segera mencari paman untuk meminjam kunci rumah “pergi sama siapa biyan.,?”

“ sama bibi man.,.,”

“bilang bibimu, titip jaket dan sarung untuk paman. Paman nginep dsini,”

“nggeeeh maaan”

Setelah itu ane bilang ke bibi dan nyokap bahwa paman nitip jaket, katnya mau nginep disini

“aku pergi dulu mbak, .,” pamit bibi ke nyokap

“cepet yaa biyan ntar , “

“ iya buu”

Sesampai di mobil ga ada cerita apaapa,ane grogii dong, tapi bibi hanya terlelap nyender di kaca mobil sambil gendong anaknya, sesampai dirumah

“udah sampeeee .,bii”

“iyaa yan,” udanh ngantuk bibi.,.,” bibi segera buka pintu

“biyan ada di dapur ya, kamu ambil aja..”

“iya bii..”ane bergegas ke dapur , lama ane mencari dan bibi pun tak lama keluar dari kamar.,.

“biyaan.,? nemu?” bibi Tanya sambil ke dapur

Ane terkesima dengan bibi, ternyata bibi udah ganti baju dan pake daster, tapi yang paling ane ingat itu daster bibi pakai waktu mainin otong ane di kos dan semua kenangan waktu itu otomatis kembali, otong pun dengan gagah nya berdidiri di balik celana ane

“ga nemuu bii, yang mana.,?”

bibi lalu mendekat dan mulai mengeluarkan barang yang akan di bawa, dengan menahan konak udah sampai di ubun ubun, ane mengangkat barang ke mobil, sampai ane berkeringat karna mengangkat sendiri. Setelah itu bibi masih beresberes di dapur, dengan udah ga tahan lagi dengan berani ane, tanpa pikir panjang, tutup pintu luar tanpa di kunci.,. ane berjalan ke dapur.,

“biiii.,?”

“iyaa, biyan udaah.,.?” Tanya bibi

“udaah bii,,.,” sambil ane cari gelas untuk minum dengan usaha agar mendekat ke tubuh bibi, dengan spontan bibi segera ambil minuman es di dalam kulkas,

 

“ ini diminum.,” kata bibi sambil taruh sebotol air es di atas meja

Dan ane udah ga tahan segera ane tarik tangan bibi, dan ane dorong tubuh bibi ke lemari tadi, dan bibi terkejut sambil memebalakkan mata nya

“biyaan kamu kenapaaa, mmmcchhh.mchh.,jangan kurang ajar kamu” dengan sigap ane cium bibir bibi tapi bibi dengan sekuat tenaga menolaknya mendorong dan bentak ane terus ane mencium bibir bibi, ane hisap dan ane berikan yang terbaik dari ciuman ane,, 😉

Tapi

Akal sehat ane pun kembali segera ane tersadar dan minta maaf

“maaf bii,.,maaf biyan khilaf.,”

“kamu jangan kurang aja sama bibi, cepat pergi.,.” bentak bibi

“biii maaf , jangan bilang ke siapa siapa.,” sambil ane memohon, jujur ane takut waktu itu taku di kaduin ama nyokap

“pergiii” bentak bibi

Ane berlalu.meninggalkan bibi dan segera ke mobil dan berangkat kerumah nenek, dalam perjalanan pulang pikiran ane kacau.

Setelah malam itu ane kembali kerumah nenek,.,

Besoknya ane gak lihat bibi dirumah nenek.,. ane tungguin sampe sore dan bibi pun ngak muncul muncul .,.

Sempat niat pengen tanyain bibi ke nyokap,atau paman ane., tapi takut salah .,,

bener hari itu bibi ga kerumah nenek pdahal semua pada ngumpul buat bantu bantu , buat acara yang seminggu lagi.,

besoknya sekitar jam makan siang dengan berani ane Tanya langsung ke paman.,. dengan modus nanya anaknya., ga berani nanya istrinya secara langsung.,

“maan..,si adi kemana kemarin juga ga kesini.,?”

“lagii rewel biyan, lagi demam, sehabis kamu anterin malam itu, langsung demam.,.”

“pantesen bibi juga ga kesini.,”

“iya ntar ,rewel malah ngurusin adi , biar dia sembuh dulu,.,,.”

Rasa penasaran ane pun terbayar, takutnya bibi sengaja ga kesini karna hindarin buat ketemu ane..,.,

Sekita jam 3 sore ane dipanggil paman.,

“biyan kamu di cariin sama paman.,” kata nyokap ane

Segera ane bergegas menuju paman

“kenapa man.,?

“paman mau pulang sekarang soalnya mau kasih ternak makan, sama bersihin kandang.,.,.nanti kamu kerumah ambil perlengkapan yang belum di bawa kemarin”

Dengan senang hati ane menjawab “ nggeeeeh,.,maan”

Akhirnya bisa ketemu bibi lagii.,.

Sekita jam 5 sorean dengan mobil bokap ane., ane langsung menuju ke rumah paman dan bibi jaraknya sekitar 25 menit perjalanan.,setengah 6 sore ane sampai kerumah bibi ,.

Ane langsung masuk aja soalnya emang udah biasa orang ga ada dan bakalan curiga tetangga, kan keponakan yang punya rumah.,.

Ane terus berjalan sampai ke dapur dan ane lihat bibi lagi cuci piring belakingin pake daster coklat selutut ga berlengan rambut di sanggul di atas terlihat leher putihnya.,

“sungguh cantik istri pamanku “,.

pikiran kotor pun langsung menhampiri ane ingat bau tubuh nya, rambutnya ,.

“eh biyan kapan sampe.,?” kami sama sama terkejut dengan bibii menghadap ke ane

“barusan bii.,.,.”

Bibi tetap dengan pekerjaannya menyusun pring, dan bibi bertingkah seperti biasa seolah tak terjadi apa apa antar kami.,

Ane berjalan mendekat, untuk meliaht leher bibi, lengan , tengkuk bibi lebih dekat.,

“paman dimana, bi.,.”

“ada tu di belakang, lagi bersihin kandang ternak” pamanku juga punya usaha ayam telur di halaman belakang nya ini emang usaha keluarga hu.,.,.,. apa lagi di tempat nenek kandang nya besar, dan disana bakalan terjadi awal mula kami semakin dekat, tapi tunggu dulu cerita nya kita lanjtin sesuai kisah ya huu.,.

Ane melihat ke belakang “ga ada paman bii.,.?”

“ada coba kamu panggil aja.,”

Ane buka pintu belakang “maan.,.,maaann?” teriak ane

“ kamu biyan…,,? …….bentar paman lagi bersihin kandang.,.,..,kamu tunggu di rumah aja, bentar lagi juga kelar” jawab paman

“ iyaa maaan.,” lalu ane tutup pintu nya dan ane kunci

“cekleeek” bibi saat itu gak ngeh dengan suara pintu itu

“biii.,.,?”

“iyaaa.,.yan” bibii hentikan pekerjaan nya sambil mentap ane

“maafin biyan bi yang malam itu.,biyan gan sadar apa yang biyan lakuin ke bibi,.,bibi jangan bilang ke ibu ya,.,.”

“daasar anak muda liat kesempatan langsung sosor,.,”

“iya bii maaaf,.,.,..,,.,bibi kenapa ga kerumah nenek lagi.,?” bibii lanjutin pekerjaan nya beres beres

“si adi sakit ntar malah tambah rewel disana” taaaarrrrrrrr waktu bibi lagi nysun piring di rak atas,.,.,. piringnya jatuh dan pecah dengan sigap ane langsung bantuin bibi, ane dengan jelas lihat paha bibii saat itu pengen rasanya untuk mengelusnya tapi ane ga berani.,

Setelah bantu bibi bersih bersih, ternyata jari telunjuknya luka.,

“aduh biyan lukaa, ambil kotak p3k di atas kulkas.,” segera ane ambil p3k, waktu itu bibi tepat berada di belakang pintu karna habis buang pacahan piring di tempat sampah dan nggak bakalan kelihatan kalo dilihat dari luar, kalo kami berdiri belakang pintu.,

Setelah ane ambil p3k ane lihat bibii lagi nahan darah di jarinya agar ga netes, secara ga sengaja ane ambil jarinya dan ane masukkan ke mulut ane, ane hisap di mulut ane .,. bibii diam melihat ane lakuin itu, ane hisap terus jarinya dengan perlahan ane mendekat ke bibi ane lepasin tangannya dan dengan pelan ane cium bibir bibiii, bibii hanya dia sambil menundukkan kepalanya ane angkat dagunya dan

“Mmmchh.,mmchhhh.,.,”, mula nya hanya saling kecup ., dan akhirnya kami bercumbu sambil memainkan lidah.,” mcchhhh,..,chhhh.,mhhh” suara lidah kami bercampur air liur

Ane beranikan diri untuk remas pantat,bulat bibi, rasanya sangat padat dan kenyal ane remas sekuat mungkin ane rasain cd bibi sampai ke dalamnya.,ane lepasin ciuman di bibir bibi ane terun ke leher.

Bibi hanya mendesah “aahhkk.,.biyaaan ..,.aahkk” ane remas dada bibii dan ane masukkan tangan ane ke daster bibi ane remas remas ane rasakan lembut nya tubuh bibii dan lembut payudara bibiii. Tangan bibii ane arahkan untuk pegang otong ane,,.,. bibii langsung meremas nya hanya dari luar,.

Bibi hanya memejam kan matanya, setelah menikmati leher dan tengkuk lehernya nya kembali ane lumat bibi,.,., bibi membalasnya dengan panas.,.,kami di kagetkan dengan suara pintu yang di gedor dari luar,.,.

“cklek.,,cklekk.,”

Otomatis kami berhenti dan ane melepaskan bibi.,.., dengan sigap bibi turunkan dasternya yang udah smpai pinggang dan segera buka pintu.,

“kenapa dikunci pintunya.,?” kata paman

Ane hanya diam ketakutan

“tadi pecahin piring, biyan bantuin bersihin ini “ kata bibii perlihatkan piring dalam tempat sampah dan tangan bibi yang luka tapi ga berdarah lagi,.,. langsung paman bantuin bibi pasang plester di tangan bibii..

“bentar biyan paman mandi dlu, paman juga mau ikut kerumah nenek”,.,

Paman langsung meninggkalkn kami berdua di dapur, Bibi hanya diam menunduk berlalu meninggalkan ane ,sambil berkata

“kalau mau minum kamu buat sendiri aja” kata bibi menunduk tanpa memandang ane.,

Ane hanya menghela nafas, dan rasa serba salah, seperti takut, tapi bahagia bisa nikmati bibir bibi lagi..

Setelah itu paman selesai mandi bibi ga keluar kamar lagi.,singkat cerita ane bantuin paman angkat perlengkapan yang mau di bawa,

Setelah itu paman minta bibi kunci pintu karna kami akan pergi.,

Bibi hanya diam dan menunduk jika ane tatap matanya,.,.dan setelah itu kami pergi meninggalkan rumah bibi..

Ane hanya menung sambil nyetir mengingat kejadian tadi, sambil berfikir apa bibi juga mau ane perlakukan seperti itu..

 

Prev Bagian 1                                                               Next Bagian 3

No comments:

Post a Comment